atau aku memang harus menyuguhkan wacana persuasif
sambil menenggelamkan jemari kedalam tinta..
mengejang...
mencakar kertas-kertas putih yang menyeramkan,
menuntut untuk memakan kutu..
secara simbolis hanya untuk menitip nilai jual..
dua bola mata,
mengarungi jam dinding perkata...
mengerling sesaat untuk menangkap sinar
lalu tertutup menanti lonceng yang dipulangkan..
semuanya adalah keluh...
Kamis, 24 Maret 2011
sebelumnya
mungkin kau harus ditiadakan.
sebelum aku bernazar untuk melumpuri diri..
sebelum aku harus meniadakan,
mungkin aku juga perlu mecuci hati.
bermainlah di safana,
atau aku yang harus jadi sahara..
untuk tiap raga yg ternoda..
sebelum harus gerah dari semua kotoran gajah,
semut dilangit-langit marah..
kiasan untuk realita,
yang mendawai...
sebelum semuanya...
sebelum aku bernazar untuk melumpuri diri..
sebelum aku harus meniadakan,
mungkin aku juga perlu mecuci hati.
bermainlah di safana,
atau aku yang harus jadi sahara..
untuk tiap raga yg ternoda..
sebelum harus gerah dari semua kotoran gajah,
semut dilangit-langit marah..
kiasan untuk realita,
yang mendawai...
sebelum semuanya...
debu
duduk beralaskan talas,
menepuk-nepuk abu..
sesekali mempermainkannya,
menabur butiran air.
yang disemburkan dari mulut,
menjejalkan jemari membunuh para semut..
tanya diajukan pada rumput
kenapa pelaku cemberut?
tapi gelak tawa membahana dari awan merah yang kerut..
pelaku terduduk..
hanya begitu...
menepuk-nepuk abu..
sesekali mempermainkannya,
menabur butiran air.
yang disemburkan dari mulut,
menjejalkan jemari membunuh para semut..
tanya diajukan pada rumput
kenapa pelaku cemberut?
tapi gelak tawa membahana dari awan merah yang kerut..
pelaku terduduk..
hanya begitu...
Langganan:
Postingan (Atom)
